Month: January 2019

  • Aplikasi dengan permission berlebihan bukan barang baru di Android, namun kini Google mencoba mengurangi keberadaan aplikasi macam itu. Ini bukan percobaan pertama Google untuk mengurangi aplikasi dengan permission berlebihan, karena sebelumnya mereka sudah mencoba menguranginya dengan mengubah sejumlah peraturan. Namun kini Google akan merazia aplikasi yang meminta permission berlebihan, tepatnya untuk layanan milik Google seperti Gmail dan Google Drive. Korban pertama dari razia ini adalah keyboard SwiftKey milik Microsoft, yang mempunyai sistem prediksi teks dengan menggunakan data dari inbox email milik penggunanya. Untuk melakukan hal ini, tentu SwiftKey perlu mempunyai akses ke sejumlah hal di Gmail, seperti view, manage, menghapus pesan secara permanen di Gmail, dan banyak lagi. Semua akses tersebut masuk dalam daftar ‘Restricted Scopes’ yang baru ditetapkan oleh Google. Hal itu menyebabkan Google mengirimkan email ke pengguna SwiftKey, yang menyatakan kalau aplikasi tersebut tak bisa lagi mendapat akses ke informasi-informasi tersebut mulai 15 Juli 2019. “Hai, meski kalian tak perlu melakukan apapun, kami ingin memberi tahu kalau aplikasi ini tak bisa lagi mengakses sejumlah data di Google Account kamu, termasuk konten Gmail. Jika aplikasi ini tak bisa memenuhi tenggat yang sudah ditetapkan untuk memenuhi aturan baru ini, mereka akan kehilangan akses ke akun anda mulai 15 Juli 2019,” tulis Google. Aturan baru bernama Restricted Scopes ini tak membolehkan aplikasi pihak ke-3 untuk mendapat akses penuh ke dalam Gmail dan Google Drive. Jika mereka tetap membutuhkan akses tersebut, developer harus menyesuaikan diri dengan API User Data Policy Google yang baru, lalu aplikasi mereka pun harus bisa melewati proses penyaringan oleh Google. Selain itu, Google pun memberikan saran baru untuk para developer, yaitu untuk mengurangi permintaan permission pada aplikasinya. “Jangan meminta akses ke informasi yang tidak anda perlukan,” tulis Google pada para developer.