teknologi

  • Laptop gaming Acer, Predator Helios 500, memiliki versi baru. Di versi teranyar, Predator Helios 500 ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen Generasi Kedua. Acara peluncuran tersebut dilakukan di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018). Predator Helios 500 anyar ini ditenagai oleh AMD Ryzen 7 2700 dan merupakan laptop gaming pertama yang menggunakan teknologi pemrosesan 12 nm. “Kompetitor kami belum ada yang pakai teknologi ini, ini satu-satunya laptop gaming yang mengadopsi teknologi ini,” kata Business Development Manager AMD Indonesia Armawati Cen. Pada bulan Juni lalu Acer sejatinya juga sudah memperkenalkan Predator Helios 500. Tapi saat itu prosesor yang dipakai adalah Intel Core i9 generasi ke-8. Di versi teranyar, keberadaan prosesor AMD Ryzen 7 2700 pada Predator Helios 500 bakal memanjakan pengguna yang punya aktivitas komputasi tinggi seperti gamer dan kreator konten. Predator Helios 500 ini dilengkapi dengan dua RAM DDR4 berkapasitas 8GB, yang dapat di-upgrade hingga 64GB. Untuk penyimpanan tersedia HDD 1TB dan SSD berkapasitas 256GB, yang dapat di-upgrade hingga 512GB. Di sektor layar Predator Helios 500 hadir dengan panel IPS dengan ukuran 17,3 inci beresolusi FullHD. Teknologi AMD FreeSync, untuk menghilangkan tearing dan stuttering, menjanjikan pengalaman gaming lebih mulus. Dukungan kartu grafis Radeon RX Vega56 8GB dan teknologi refresh rate 144 Hz juga membuat pengalaman main game bakal jadi lebih seru. “Permainan gamenya, pengalaman gamenya jauh lebih smooth dan playable dan tidak perlu khawatir dengan gambar yang ada stuttering,” kata Retail Channel Enablement Manager for AMDISS Donnie Brahmandika dalam kesempatan yang sama. Predator Helios 500 juga dilengkapi dengan teknologi khas Acer, seperti teknologi pendingin AeroBlade 3D Fan, yang menjamin pendinginan hardware 35% lebih baik dibandingkan kipas konvensional. Laptop gaming ini jadi kian gahar dengan keberadaan dua speaker dan sebuah subwoofer yang didukung sistem audio TrueHarmony dan Waves MAXXAudio. Selain itu ada pula teknologi yang mampu mendukung pemakaian Virtual Reality (VR) dan sudah...
  • Perang dagang Amerika Serikat (AS) – China semakin memanas. Sebab itu, beberapa perusahaan AS di China mengalami imbasnya, mulai dari pajak produksi, bea cukai, dan sebagainya dinaikkan oleh pemerintah China. Menghadapi hal tersebut, perusahaan raksasa seperti Google dan Ninteno berencana memindahkan pabriknya dari China. Pabrik google sudah lama berdiri di Taiwan. Sejumlah produksi perangkat keras Google, seperti pembuatan motherboard telah dipindahkan seluruh produksinya dari AS ke Taiwan. Google juga telah berinvestasi untuk inovasi teknologi di Taiwan, seperti memperluas pusat pengembangannya, memperbanyak tim risetnya di New Taipei City, dan juga memberikan pelatihan untuk inovasi teknologi kecerdasan buatan serta pemasarannya ke siswa lokal. Namun, hal tersebut dapat dihentikan karena produksi perangkat keras Google yang diproduksi di negara tersebut rencananya akan dipindahkan demi menghindari tarif produksi yang ‘dimahalkan’. Selain Google, perusahaan pembuat video game asal Jepang yakni Nintendo juga dikabarkan akan memindahkan pabriknya dari China. Bahkan, Nintendo dikabarkan telah memindahkan produksi konsol video game-nya ke Asia Tenggara. Hal tersebut dilakukan karena konsol video-game merupakan bisnis dengan margin yang rendah dan sangat beresiko terhadap perubahan tarif produksi. Selain itu, Nintendo juga merupakan perusahaan yang mengandalkan bisnis produksi konsol video-gamenya. Seorang juru bicara Nintendo tidak mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa perusahaan tersebut akan memindahkan pabriknya dari China “Sebagian besar komponen untuk konsol Nintendo Switch diproduksi di China. Untuk menekan harga produk kami agar tetap murah untuk konsumen, jarak pengiriman logistik dengan tempat produk kita diproduksi menjadi sangat penting,” kata juru bicara Nintendo yang tidak disebutkan namanya tersebut. Namun, Nintendo sendiri akan tetap mengikuti tarif dan selalu mengeksplorasi pilihan atau langkah lain demi menekan harga produknya. Walaupun ada beberapa cadangan lokasi pabrik lain, namun China tetap saja menjadi pusat produksi yang sangat penting. Karena, pemasok bahan, infrastruktur, konektivitas dan jaringan listrik di China tetap lebih baik dibandingkan negara-negara lain dalam hal produksi. “China tetap menjadi ‘paket total’...
  • Harga Galaxy Fold sudah sangat fantatis. Tapi harga casing untuk ponsel layar lipat ini lebih mengagetkan lagi, Rp 115 juta. Bukan Samsung pembuatnya, melainkan Caviar. Mereka memang kerap membuat casing ponsel bertahtakan emas atau batu permata. Nah kendati Galaxy Fold ditunda perilisannya, belum lama ini Caviar resmi meluncurkan casing yang diperuntukkan bagi ponsel tersebut. Ada tiga versi yang disodorkan, salah satunya dibuat cukup spesial. Caviar membesut edisi khusus Game of Thrones. Menampilkan rumah besar dari Seven Kingdoms, naga dan menara istana. Tidak ketinggalan ada ukiran peta Westeros. Karena begitu spesial, casing tersebut hanya dibuat 7 unit saja. Salah satunya telah diberikan kepada George Martin, penulis Game of Thones. Enam sisanya dijual seharga USD 8.180 atau senilai Rp 115 juta. Harga ini empat kali lipat dari versi standar. Dengan material carbon dan kulit, Caviar membanderol dua varian lain casing Galaxy Fold seharga Rp 1.980 atau sekitar Rp 28 juta.
  • Apple kembali merekrut engineer papan atas ARM untuk ikut mengembangkan prosesor custom yang bakal dipakai di lini Mac-nya yang mendatang. Engineer yang direkrut itu adalah Mike Filippo, arsitek utama dalam sejumlah desain CPU ARM, termasuk Cortex-A76, yang dipakai di Snapdragon 855. Filippo ini diperkirakan akan mengisi posisi kunci yang sebelumnya ditinggalkan oleh Gerard Williams III, bos arsitek prosesor Apple. Posisi tersebut kosong sejak awal 2019 ini. Namun Apple sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jabatan apa yang akan diisi oleh Filippo. Namun ARM sudah mengkonfirmasi kalau Filippo meninggalkan perusahaan tersebut. Dalam akun LinkedIn-nya, Filippo menuliskan kalau ia bekerja di Apple sebagai ‘arsitek’ sejak Mei lalu. Filippo sendiri sebelumnya juga pernah mempunyai jabatan serupa di Intel dan AMD. Filippo, saat Cortex-A176 diluncurkan, menyebut kalau chip ini akan bisa melawan Apple dengan baik. Padahal chip buatan Apple sendiri sebenarnya sudah bertahun-tahun bisa menyalip performa chip buatan rivalnya, termasuk chip terbaru tersebut. Apple sebenarnya tak bergantung pada desain prosesor buatan ARM. Namun Apple tetap bergantung pada set instruksi ARM ketika mendesain prosesornya sendiri. Maka, dengan merekrut orang yang memahami — bahkan ikut mendesain — arsitektur ARM seharusnya akan sangat berguna bagi perusahaan asal Cupertino, AS tersebut. Setelah membuat chip yang paling kencang di ranah perangkat mobile, Apple bakal menggunakan chipnya sendiri untuk perangkat desktop, dan melepaskan diri dari Intel, yang beberapa tahun terakhir selalu digunakan chipnya di lini perangkat Mac. Meskipun belum diketahui kapan Apple bisa merilis prosesor untuk Mac itu di masa yang akan datang.
  • March 8, 2019

    Acer Rilis Swift 7 Anyar

    Acer merilis Swift 7 versi baru yang — sama seperti pendahulunya — diklaim sebagai laptop tertipis di dunia dengan ketebalan tak sampai 1 cm dan bobotnya hanya 890 gram. “Hadirnya Swift 7 hari ini menunjukkan kepemimpinan Acer dalam lini laptop ultra tipis dan ringan menjadi selangkah di depan dari kompetitor di industri PC. Swift 7 kami telah mendapatkan penghargaan dari CES 2019, iF Design, dan Reddot Award, satu-satunya laptop ultra tipis dan ringan di dunia yang memborong semua penghargaan prestisius tersebut tahun ini,” ujar Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia. “Dengan menghadirkan perpaduan yang seimbang antara estetika desain dan teknologi, Swift 7 membawa tren laptop tipis ke arah yang baru sekaligus memudahkan siapa saja untuk tampil elegan namun tetap mobile dan produktif.” tambahnya. Swift 7 (2019) mempunyai rasio layar ke bodi sebesar 92% ketebalan 9,95 mm dan berat 890 gr. Layar yang dipakai di Swift 7 (SF714-52T) generasi terbaru ini adalah layar sentuh 14 inci Full HD (1920×1080) berteknologi IPS. Layarnya juga telah mendukung 100% sRGB/72% NTSC color gamut, 300 nits brightness, serta telah diperkuat lapisan Corning® Gorilla® Glass 6. Tampilan layar Swift 7 pun diperbarui dengan bezel tipis yang tebalnya 2,57 mm. Hal ini membuat dimensi laptop menyusut menjadi 317,9 mm (W) x 191,5 mm (D), namun membuat aspek rasio layar ke bodinya mencapai 92% untuk tampilan layar jadi lebih besar. Laptop dengan prosesor Intel Core i7-8500Y dan GPU Intel HD 615 ini mempunyai RAM 16 GB dan SSD 512 GB. Konektivitas nirkabelnya didukung oleh WiFi 802ac MU-MIMO dan Bluetooth 5.0, lalu untuk port ada dua buah USB-C yang mendukung Thunderbolt 3 dengan bandwidth sampai 40 Gbps. Acer Swift 7 mempunyai baterai yang diklaim bisa bertahan selama 16 jam, dan laptop ini mulai dijual pada Juni 2019 dengan harga mulai Rp 30 juta. Selain Swift 7, Acer pun meluncurkan...
  • February 28, 2019

    Cara Mengubah File Word ke PDF

    Suatu saat kalian pernah menemukan dokumen namun harus mengubah file Word ke PDF dan sebaliknya terlebih dulu di handphone (HP)? Bagaimana cara mudahnya sih? Kadang ketika sedang menyelesaikan urusan pekerjaan atau sekolah, kalian diharuskan untuk mengubah dokumen dengan format PDF ke format lainnya, seperti DOCX yang digunakan Microsoft Word. Jika menggunakan PC atau komputer, tentu mudah saja untuk kalian melakukan konversi ini. Tapi, apa kalian tahu kalau mengubah itu bisa menggunakan smartphone? cara mudah untuk mengubah file PDF menjadi Word dan sebaliknya menggunakan aplikasi dan situs web. Lewat Aplikasi Download aplikasi Fast PDF Converter and PDF Reader di Google Play Store. Aplikasi yang sama juga tersedia di Apple App Store dengan nama PDF Converter dan PDF Reader. Kedua aplikasi ini bisa diunduh dengan gratis. Buka aplikasi tersebut, di halaman utamanya kalian melihat sejumlah opsi seperti untuk membaca, mengedit, menggabungkan, dan konversi. Untuk mengubah dokumen Word menjadi PDF scroll ke bawah dan pilih opsi “Word to PDF”. Setelah memberi izin kepada aplikasi untuk mengakses foto, media dan file di smartphone, pilih menu “Select Doc” dan pilih dokumen yang ingin kalian ubah. Setelahnya tunggu hingga selesai. Ukuran file bisa mempengaruhi kecepatan konversi, jadi semakin besar ukuran filenya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diproses. Setelah selesai file Word kalian telah berubah menjadi PDF. Kalian kemudian akan diminta untuk mengunduh dokumen yang telah diubah. Nah, cara di atas adalah untuk mengubah file Word menjadi file PDF. Untuk sebaliknya, caranya juga sama mudahnya. Bedanya, setelah membuka aplikasi pilih opsi “PDF to Word”. Setelah itu, prosesnya sama saja dengan cara mengubah dokumen Word menjadi PDF. Perlu diingat bahwa smartphone kalian harus terus online agar aplikasi ini bisa bekerja. Lewat Web Kalau kalian menggunakan smartphone yang memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup kecil, cara ini bisa digunakan karena kalian tidak perlu lagi mengunduh aplikasi tambahan. Caranya juga...
  • Aplikasi dengan permission berlebihan bukan barang baru di Android, namun kini Google mencoba mengurangi keberadaan aplikasi macam itu. Ini bukan percobaan pertama Google untuk mengurangi aplikasi dengan permission berlebihan, karena sebelumnya mereka sudah mencoba menguranginya dengan mengubah sejumlah peraturan. Namun kini Google akan merazia aplikasi yang meminta permission berlebihan, tepatnya untuk layanan milik Google seperti Gmail dan Google Drive. Korban pertama dari razia ini adalah keyboard SwiftKey milik Microsoft, yang mempunyai sistem prediksi teks dengan menggunakan data dari inbox email milik penggunanya. Untuk melakukan hal ini, tentu SwiftKey perlu mempunyai akses ke sejumlah hal di Gmail, seperti view, manage, menghapus pesan secara permanen di Gmail, dan banyak lagi. Semua akses tersebut masuk dalam daftar ‘Restricted Scopes’ yang baru ditetapkan oleh Google. Hal itu menyebabkan Google mengirimkan email ke pengguna SwiftKey, yang menyatakan kalau aplikasi tersebut tak bisa lagi mendapat akses ke informasi-informasi tersebut mulai 15 Juli 2019. “Hai, meski kalian tak perlu melakukan apapun, kami ingin memberi tahu kalau aplikasi ini tak bisa lagi mengakses sejumlah data di Google Account kamu, termasuk konten Gmail. Jika aplikasi ini tak bisa memenuhi tenggat yang sudah ditetapkan untuk memenuhi aturan baru ini, mereka akan kehilangan akses ke akun anda mulai 15 Juli 2019,” tulis Google. Aturan baru bernama Restricted Scopes ini tak membolehkan aplikasi pihak ke-3 untuk mendapat akses penuh ke dalam Gmail dan Google Drive. Jika mereka tetap membutuhkan akses tersebut, developer harus menyesuaikan diri dengan API User Data Policy Google yang baru, lalu aplikasi mereka pun harus bisa melewati proses penyaringan oleh Google. Selain itu, Google pun memberikan saran baru untuk para developer, yaitu untuk mengurangi permintaan permission pada aplikasinya. “Jangan meminta akses ke informasi yang tidak anda perlukan,” tulis Google pada para developer.