tips

  • May 21, 2019

    5 Cara Move On Setelah Putus

    Tak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan hubungannya dengan pasangan harus berakhir di tengah jalan. Putus dengan pasangan memang hal yang paling menyakitkan apalagi kalau kalian sudah menjalaninya selama bertahun-tahun. Rasa sesak dan kecewa pasti ada, tapi bagaimanapun life must go on. Kamu tak boleh terpuruk dan larut dalam kesedihan terus-menerus. Move on adalah cara yang paling tepat untuk melupakan si dia yang sudah menyakitimu. Walau cukup sulit untuk dilakukan, kamu tetap harus mencobanya. Ada banyak cara move on yang bisa kamu lakukan setelah putus hubungan. Misalnya, merencanakan liburan dengan membeli tiket rute Jakarta Lombok via OTA. Selain liburan, beberapa cara di bawah ini juga bisa dilakukan agar kamu bisa move on dengan sehat setelah putus. Apa saja? 1. Lakukan hal yang kamu inginkan Ingat, putus hubungan bukanlah akhir dari hidupmu. Maka dari itu, jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk menangisi hal yang seharusnya tidak perlu ditangisi. Hidup kamu tidak akan menjadi hampa dan terasa membosankan setelah putus dengan si dia. Tentukan tujuan hidupmu dan carilah kesibukan seru yang bisa dijadikan pelarian. Lakukan saja beberapa aktivitas yang bisa membangkitkan semangat kamu, seperti traveling atau belanja. Namun sebelum itu, alangkah baiknya untuk melakukan hal lain yang lebih utama. Misalnya, menghapus nomor si dia dari kontak handphone kamu, menghapus semua foto bersama si dia, dan meng-unfollow si dia dari semua media sosial yang kamu punya. Walau terdengar sulit dilakukan, tapi percayalah semua cara tersebut akan memudahkanmu dalam melupakan semua kenangan indah saat dulu bersamanya. 2. Gerakkan tubuhmu! Jangan hanya karena putus hubungan lantas kamu jadi malas beraktivitas. Salah satu cara terbaik untuk move on adalah dengan berolahraga. Riset pun membuktikan kalau olahraga adalah kegiatan self-help terbaik untuk menghilangkan depresi pascaputus hubungan. Olahraga memproduksi hormon endorfin dan serotonin yang bisa membangkitkan suasana hati. Jadi, segeralah daftar kelas olahraga seperti yoga dan zumba...
  • Suasana hari lebaran semakin dekat, padahal rasanya baru kemarin tarawih pertama bareng keluarga. Sudah mulai banyak agenda bukber, lalu sudah harus mengatur rencana mudik sambil curi-curi agenda liburan. Semakin banyak hal yang disiapkan, semakin banyak juga yang sering terlewatkan. Kesulitan cari hadiah lebaran saat Idulfitri semakin dekat? Kamu bisa memilih setelan baju koko untuk dipakai oleh orang terkasih. Boro-boro sempat beli baju koko bersama ayah atau adik, dapat tiket pesawat untuk maskapai lokal saja sudah syukur. Tenang, kamu bisa dapat gaya kekinian untuk orang tersayang tanpa harus mengajak mereka langsung, kok. Memilih fashion item untuk pria memang cenderung lebih terbatas ketimbang pilihan untuk wanita. Oleh karena itu, kamu bisa mempertimbangkan beberapa kombinasi pakaian berikut untuk referensi penampilan yang lebih menarik. 1. Baju Koko dengan Sarung Hitam Memberikan sarung baru adalah salah satu alternatif kado yang paling identik dengan momen lebaran. Kali ini kamu bisa memberikan sarung berwarna hitam dan baju koko yang nyaman untuk bisa dipakai di hari lebaran. Sarung berwarna hitam memberikan kesan yang lebih elegan dan modern untuk pria. Kamu juga bisa lebih bebas memilih kombinasi atasan baju koko yang cocok bagi orang tersayang. Kamu bisa memilih baju koko polos ataupun bermotif untuk dikombinasikan dengan sarung. Baju koko polos dengan warna netral biasanya jadi pilihan aman, tapi warna putih atau pastel bercorak juga cocok untuk dipakai dengan sarung hitam. Kamu jadi punya lebih banyak pilihan untuk disesuaikan dengan kepribadian orang yang ingin diberi kado. 2. Baju Koko Bermotif dengan Celana Chino Tidak hanya untuk momen lebaran, mungkin kamu ingin memberikan kado yang bisa dipakai lebih lama oleh orang terkasih. Jadi, bisa saja memilih kombinasi baju koko bermotif untuk dipadukan dengan celana chino. Setelan seperti ini bisa dipakai dengan nyaman untuk melakukan aktivitas harian, tidak terbatas dengan momen lebaran saja. 3. Baju Koko Polos dengan Celana Bermotif Pakai celana...
  • Konsumsilah Vitamin C dengan Benar Vitamin C dapat diperoleh dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah dan sayuran. Sumber vitamin C alami selain jeruk termasuk buah kiwi, mangga, pepaya, nanas, dan sayuran seperti brokoli, paprika, dan tomat. Untuk melengkapinya, Anda dapat mengambil suplemen vitamin C, dengan dosis yang tepat sesuai dengan rekomendasi dokter atau sesuai dengan aturan penggunaan yang tercantum pada kemasan produk. Dosis suplemen vitamin C yang direkomendasikan adalah 75 hingga 90 mg. Ketika mengalami infeksi atau pasca operasi, kebutuhan akan vitamin C akan meningkat, sehingga konsumsi vitamin C akan membantu proses penyembuhan. Mengambil dosis vitamin C 500 mg per hari dianggap aman, dan cukup untuk menjaga kesehatan. Vitamin C dengan Sistem Pelepasan Berkala Saat Anda ingin mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen, ada pilihan suplemen vitamin C yang memiliki sistem pelepasan berkala. Dengan sistem ini, kandungan vitamin akan diserap oleh sel-sel tubuh secara teratur melalui aliran darah. Melalui sistem pelepasan waktu, sel-sel tubuh yang memadai untuk vitamin C dapat bertahan sepanjang hari, hingga sekitar 12 jam. Pelepasan waktu ini adalah sistem yang membantu menyerap vitamin C yang lebih aman untuk perut Anda, dan dapat mengurangi efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti sakit perut dan kembung. Dengan pelepasan vitamin C yang terjadi secara perlahan, sistem pelepasan waktu ini juga membantu meringankan kerja ginjal, sehingga lebih aman bagi ginjal. Untuk menjaga kondisi perut Anda sehat, Anda perlu menjalani gaya hidup sehat, mengatur pola makan, dan menghindari stres dan cukup istirahat. Saat mengonsumsi vitamin C, sesuaikan dengan dosis yang disarankan dokter. Dianjurkan untuk mengonsumsi setelah makan untuk meminimalkan risiko masalah lambung karena mengonsumsi vitamin C. Memilih vitamin C dengan sistem pelepasan berkala, dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi keluhan ini. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda mengenai konsumsi vitamin C yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda, terutama jika Anda...